
Dia berkata bahwa sulit untuk menghindari itu semua. Dia berkata bahwa aku tak akan pernah mengerti denagn keadaan yang sekarang dia hadapi. Padahal dia sendiri yang membuat segala sesuatu terasa begitu sulit, sehingga penyelesaian yang harusnya mudah ditemukan jadi sulit.
Dia yang menutup matanya, hingga merasa kegelapan
Dia yang menutup telinganya, hingga tak mendenagr
Dia yang membatasi akalnya, hingga tak berkembang
Dia sendiri yang merusak jiwa, namun menyalahkan situasi, menyalahkan kondisi, menyalahkan lingkungan.
Keterbatasan dan kekuranagn dijadikan alasan.
3 komentar:
tapi memang itu kenyataannya......
Bila mendengar cerita-cerita gue, orang lain pasti bisanya hanya berkomentar kalau gue itu cengeng, mellowboy banget, bikin pusing sendiri, dan yang lainnya. Mungkin itu memang karakter gue, tak semudah itu buat gue untuk menghilangkannya, ditambah latar belakang kehidupan gue yang membuat gue jadi seperti itu, dan satu hal yang paling penting adalah perasaan tidak bisa diukur oleh logika dan rasionalitas serta secara ilmiah sekalipun. Bagimu itu hal biasa yang mudah untuk dilewati tapi bagi gue itu adalah hal rumit yang sulit untuk diselesakan. Lihat saja seseorang yang takut terhadap kecoa, secara logika dan rasionalitas, manusia itu lebih kuat darpada kecoa jadi mengapa kita harus takut? Serta kecoa itu boleh dibilang hewan yang tidak berbahaya, kenapa kita bisa takut terhadap kecoa? Dan di situlah letak permasalahanya, terbukti bahwa perasaan atau emosi serta psikologis seseorang itu tak bisa diukur oleh logika dan rasionalitas.
good answer,,,
kita sama2 tau kita sama2 punya masalh iang bkin idup kita tuh g nyaman bgt buat dijalanin...right??
may damz jelas bgt nnjkin pa yg damz rsa,,tpi damz ga bsa liat apa yg vie rasain,,yg vie tau kta2 sama2 sengsara ko damz..hehe,,
semangat ia..someday kita pasti bsa naklukin semua masalah ntu!!!
Posting Komentar