Nara's Menu

Senin, 01 Februari 2010

Tangisan Sebagai Puncak Bahasa Manusia


Well, pelajaran yang saya dapet hari ini salah satunya adalah tentang sebuah ekspresi dari prilaku manusia, yaitu "MENANGIS".

Berawal dari pesan moral Dosen mata kuliah Bahasa dan Sastra saya tadi pagi:

Terbukti dari prilaku manuisia, yang ketika bersedih dia akan menangis, dan ketika dia mendapat kebahagiaan atau perasaan senang manusia pun akan menangis. Menarik memang!! itu kalo menurut saya!! Jadi manusia mengungkapkan 2 buah perasaan yang bertolak belakang dengan satu ekspresi, yaitu MENANGIS. Dan tangisan itu keluar saat kesedihan atau kebahagiaan sudah tak dapat lagi diungkapkan atau diekspresikan secara lisan.

Yang saya rasakan juga demikian, saat perasaan saya sedang dilanda kesedihan dan depresi luar biasa, saat saya tidak bisa lagi mengungkapkan kesedihan itu dengan kata-kata, hanya air mata yang keluar! Bukan lagi cacian atau keluhan tapi segelintir air yang terasa hangat melewati pelipis. air mata itu mengungkapkan semua yang tidak bisa diungkapkan oleh bahasa tubuh yang lain.


Begitu juga saat rasa bahagia dan senang membuncah, mau ketawa pun diiringi air mata. Dan tidak akan terkontrol, karena kita tidak bisa menahan air mata itu keluar, atau menyuruh air mata itu berhenti. yang ada kita kan membiarkannya mengalir dan dingin.
Saya setuju kalo air mata itu sudah cukup mewakili apa yang ingin saya utarakan.

Tangisan yang menjadi sebuah klimaks pengungkapan ekspresi manusia!!

2 komentar:

Adam Maulana Fajar mengatakan...

hmm....i like it!!! jd pngen nangis!!!!

Unknown mengatakan...

cieh,,,tinggal nangis damz,,manusiawi ko,,