begini?
haruskah kebobrokan sistem ini saya beberkan? dan apakah saya harus membuka aib kita terlebih dahulu, baru kalian mengerti maksud saya?
sebenarnya saya ingin bertanya, apa kalian tau keadaan organisasi di kampus kita seperti apa? kenapa anda bisa bilang kalau ormawa di kampus kita tidak ada masalah selama beberapa taun ini? yang ada adalah kita yang tidak menyadari adanya masalah, dan kita yang tidak mau tau tentang masalah. dan sekarang yang jadi persoalan bukan saat adanya masalah, tapi saat anda menyatakan bahwa kita tidak punya permasalahan. benarkah itu? tidak! kalian yang menyebutkan bahwa ormawa di kampus kita tidak memiliki masalah adalah kalian yang bahkan baru aktif di kegiatan ormawa beberapa bulan ini. itupun saya yakin tanpa rasa memahami dan mendalami organisasi itu sendiri. bukan hanya dari segi hati kita dalam menjalankan organisasi, tapi juga dari segi pemaham, dan pengertian. bisa saya tanya seberapa loyal anda di organisasi? seberapa total anda di organisasi? tapi coba saya tanya seberapa eksis anda di organisasi? apakah anda hanya ingin ikut naik daun saat nama organisasi tersebut pamor nya bagus, dan pergi begitu saja saat organisasi kita jatuh? tentu tidak kan? lalu saat anda merasa bahwa semua yang kita kerjakan selama ini adalah kesalahan, haruskan semua nya tetap berjalan, dan berlarut- larut terus dalam kesalahan yang sistematis?
mari kita coba runut kesalahan sistem organisasi yang ada pada kampus kita.
1. birokrasi antara BEM dan DPM
kita punya SKB tapi tidak mencakup pada seluruh aspek yang diperlukan. dan seharusnya kita punya Standar Mekanisme Koordinasi, pernah merasa diawasi? dan taukah kalian lembar pengawasan bahkan tidak fleksibel, DPM yang merupkan jembatan aspirasi mahasiswa, sudahkah memberi solusi- solusi cantik pada mahasiswa? BEM yang dikritisi, sudahkan introspeksi? yang ada malah tidak menghargai rekomendasi. selesai evaluasi tidak ada follow up, dan berakibat kesalahan yang mengerak. logis kah saat Ketua DPM dipilih dengan pemilu? dan bagus kah saat calon Gubernur selalu satu. lalu kepengurusan, saat ada pengurus yang tidak aktif, kenapa tetap dipertahankan? kenapa tidak pernah ada perombakan, pemutihan atau reshufle? disini kembali terjadi mempertahankan kesalahan. BEM yang mengaku ayah UKM sudahkan punya standar mekanisme koordinasi? kalau tidak punya, bagaimana mereka mendidik anaknya? hanya dengan memberi uang jajan (IUK) tanpa mengawasi penggunaanya. hanya meminta laporanya, itupun tidak dikaji (saya yakin itu). anaknya terlantar pun ayah tak tau, karena terlalu sibuk mengurusi pekerjaan nya. taukah kalian soal SC dan OC saja kalian tidak tau? atau tidak mau tau? idealkah menurut kalian jika LKM dilaksanakan bulan desember, sedangkan UKM sudah melakukan pelantikan kader sebelum LKM dilaksanakan, bahkan sudah menjadikan mahasiswa yang belum mengikuti LKM menjadi kepanitiaan, dan mengadakan kegiatan. padahal LKM diadakan bertujuan untuk memberikan latihan dasar kepemimpinan dll yang berhubungan dengan organisasi, tata cara berorganisasi, birokrasi, dan sistematika berorganisasi. kalau kalain mau idealis, berarti kepanitiaan, dan pengurus baru mahasiswa yang belum LKM adalah ILEGAL,TIDAK SYAH, dan MENYALAHI ATURAN! TIDAK IDEALIS BUKAN? taukah kalian isi MUMAS kalian masih perlu banyak penambahan pasal dan ayat.
2. UKM
taukah kalian kalau ada UKM yang bahkan baru punya ART tahun lalu, dan itupun ART instant, yang saya yakin pula hasil copypaste. taukah kalian ada UKM yang prokernya dibuat sendiri oleh ketua umum tanpa anggotanya tau siapa mengerjakan proker apa, proker apa dikerjakan oleh siapa. taukah kalian ada ormawa yang keuangannya minus gara-gara IUK yang tidak cair? taukah kalian harusnya pembagian persentase IUK dibahas di UU keuangan, bukan di MUMAS.
3. ORMAWA, LEMBAGA, dan BUMI SILIWANGI
taukah kalian para ormawa, kemana kalian berkiblat? lembaga kah? rema kah? atau tidak keduanya? taukah kalian sejalan ataukah tidak lembaga dengan rema? taukah kalian kebijakan rektor tentang ormawa? taukah kalian bergaining posotion kita di rema dan di lembaga? legal taukah tidak kita dimata rema dan lembaga? bagaimana hubungan kalian dengan kamda lain?
dan saat kalian mengetahui semua kesalahan ini, apakah akan tetap dilanjutkan? atau kalian ingin memperbaiki semua ini? mari kita pelajari sistem birokrasi dan tata negara yang benar, segala sesuatu yang teratur itu baik dan memperbaiki. mari kita kaji mekanisme- mekanisme, dan segala sesuatu nya. masih banyak yang harus kita pelajari, jika kita mau terus belajar dan belajar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar